TANGERANG – Dunia pendidikan terus dituntut untuk bertransformasi di tengah pesatnya arus digitalisasi. Menjawab tantangan tersebut, saya berikhtiyar untuk mengikuti Lomba Inovasi Lembaga yang diselenggarakan oleh Yayasan Sarwo Sarana Umat (YSSU) dalam rangka milad yayasan ke-19. Penghargaan ini diraih dari proposal inovasi digital saya yang bertajuk "Learning Management System: E-Modul Praktikum Kimia Sintaks Terpadu dan Inventarisasi Laboratorium Berbasis Website". Proyek ini merupakan kelanjutan dari riset skripsi S1 saya yang sempat terbit di Jurnal JEC pada tahun 2020 silam, membuktikan konsistensi dalam mengembangkan ekosistem laboratorium yang berkelanjutan. Tahun 2020, pengembangan terbatas sekadar inventarisasi lab, kemudian dikembangkan menjadi LMS (Learning Management System).
Inovasi ini lahir dari kegelisahan nyata di dalam ruang kelas. Selama ini, pelajaran kimia sering kali dicap sebagai mata pelajaran yang abstrak, rumit, dan menuntut cara berpikir tingkat tinggi. Kondisi ini diperparah oleh kendala teknis operasional di laboratorium konvensional: buku panduan cetak yang sering tertinggal , risiko hilangnya berkas laporan fisik siswa , hingga menumpuknya kertas laporan yang menyulitkan guru dalam memberikan penilaian dan umpan balik secara cepat. Di sisi lain, modul praktikum yang beredar saat ini umumnya hanya berfokus pada prosedur ilmiah murni, tanpa menyentuh aspek spiritual dan sosial siswa. Belum lagi manajemen internal laboratorium, di mana pencatatan alat dan bahan kimia masih mengandalkan buku inventaris manual.
Sebagai solusi solutif atas tumpukan masalah tersebut, website sma.latansacendekia.sch.id resmi dikembangkan tahun 2020, kemudian rencana akan dikembangkan untuk penambahan fitur laboratorium MIPA di dalamnya pada tahun 2026 ini. Platform berbasis framework CodeIgniter ini dirancang secara responsif sehingga dapat diakses dengan mulus melalui komputer maupun smartphone tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan. Website inovatif ini memadukan dua pilar utama, yaitu E-Modul Praktikum Kimia dengan implementasi Sintaks TERPADU (Telaah, Eksplorasi, Rumuskan, Presentasikan, Aplikasikan, Duniawi, dan Ukhrawi) , serta Sistem Inventarisasi Laboratorium Digital. Melalui Sintaks TERPADU, capaian sains modern diselaraskan dengan kurikulum nasional dan nilai-nilai keislaman khas Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) , sehingga siswa tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga peka secara spiritual.
Fitur-fitur yang disematkan di dalam website ini pun tergolong mutakhir untuk skala sekolah menengah. Sebelum praktikum dimulai, siswa dapat melakukan persiapan mandiri melalui fitur Pre-Practicum yang menyediakan video tutorial dan e-module referensi. Salah satu terobosan paling unik adalah fitur "Reviewing Paper". Di sini, siswa diajak menyusun laporan praktikum layaknya menulis artikel jurnal ilmiah. Laporan yang diajukan akan ditinjau langsung oleh guru sebagai reviewer , dan jika dinyatakan layak, karya ilmiah siswa tersebut akan langsung dipublikasikan di halaman beranda website sekolah. Sementara itu dari sisi manajemen, guru atau laboran dapat memantau stok serta status kelayakan alat dan bahan secara real-time.
Kehadiran platform digital ini membawa dampak masif bagi seluruh ekosistem sekolah. Bagi peserta didik, data hasil praktikum kini terekam dengan aman di dalam sistem digital , sementara kerja ilmiah yang mereka lakukan menjadi jauh lebih bermakna berkat adanya refleksi duniawi-ukhrawi. Bagi guru, sistem ini memangkas birokrasi koreksi berbasis kertas, membuat proses penaksiran nilai menjadi lebih objektif, transparan, dan efisien.
Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari dukungan penuh dr. H. Sarwoko, MARS., M.H.Kes, QHIA serta Yayasan Sarwo Sarana Umat. Bertepatan dengan perayaan Milad ke-19 YSSU dan momentum 10 tahun SMAIT Latansa Cendekia berkhidmat (2016-2026) , inovasi digital ini menjadi bukti nyata komitmen lembaga dalam melahirkan Light Generation—generasi emas yang siap memimpin masa depan dengan integrasi sains, teknologi, dan iman.