1. Apa Itu PPG Dalam Jabatan?
PPG Dalam Jabatan (PPG Daljab) adalah program pendidikan profesi yang ditujukan bagi guru yang telah mengajar dan memenuhi syarat administrasi untuk mendapatkan Sertifikat Pendidik. Program ini diselenggarakan oleh perguruan tinggi penyelenggara PPG yang ditetapkan oleh pemerintah.
PPG Daljab bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru, membekali guru dengan kemampuan merancang pembelajaran inovatif, dan memberikan legalitas profesi pendidik melalui sertifikat pendidik.
Selama mengikuti PPG, peserta menjalani rangkaian kegiatan seperti belajar daring (menonton video pembelajaran melalui ruang GTK) sekaligus refleksi, penyusunan jurnal pembelajaran berdasarkan studi kasus tema yang dipilih, praktik mengajar (PPL) dalam bentuk ujian kinerja (ukin) dan ujian pengetahuan.
2. Faktor yang Mempengaruhi Kelulusan PPG Dalam Jabatan
Kelulusan PPG tidak hanya ditentukan oleh satu komponen, tetapi oleh beberapa aspek penilaian berikut:
a. Penilaian Akademik (Ujian Pengetahuan / UP)
Ujian berbasis komputer yang menguji kompetensi: (1) Konsep pedagogik; (2) Penguasaan materi sesuai bidang studi; Namun, di sini yang dimaksud yaitu penguasaan atas pengelolaan materi, misalkan guru Matematika tidak akan disuruh mengerjakan soal matematika trigonometri, tetapi bagaimana cara guru mengajarkan matematika trigonometri kepada studi kasus tertentu; (3)Pemecahan masalah pembelajaran (biasanya berbentuk esai di satu pertanyaan terakhir), bisa tentang media, asesmen, atau merancang perencanaan pembelajaran. UP biasanya menjadi salah satu penentu utama kelulusan, ini dilaksanakan di akhir menggunakan aplikasi dan diawasi melalui zoom meeting bersama pengawas.
b. Penilaian Kinerja (UKIN)
Diambil dari praktik mengajar pada PPL (Praktik Pengalaman Lapangan). Yang dinilai: (1) RPP dan perangkat pembelajaran; (2) Pelaksanaan pembelajaran (PjBL, PBL, Discovery Learning, dsb.); (3) Pengelolaan kelas; (4) Penggunaan media dan teknologi; (5) Refleksi pembelajaran. UKIN biasanya dinilai melalui video dan RPP yang diupload di web UKIN dengan diberikan rentang waktu 1 pekan.
Selanjutnya, saya akan disclaimer, saya mungkin bukanlah orang yang lebih pintar daripada pembaca. Namun, di sini saya akan sharing berdasarkan pengalaman yang baru saja saya peroleh seusai lulus PPG 2025. Alhamdulillah, Qadarullah, beberapa pekan lalu saya lulus PPG Daljab 2025. Tentunya, saya harap ini akan "sangat relate" dengan apa yang pembaca akan hadapi, jika pembaca sebentar lagi akan menghadapi ujian PPG atau proses PPG.
Teknisnya:
Pertama, pada masa pembelajaran (melalui Ruang GTK), kumpulkan ilmu sebanyak-banyak dari semua modul/video pembelajaran di ruang GTK. Memang, ketika Ujian Pengetahuan (UP) nanti tidak akan kita temukan pertanyaan, "Teori Menurut Ki Hajar Dewanatara yang benar yaitu?..." atau "Tahapan Motivasi internal yang benar berikut ini adalah...". Yups, kita tidak akan menemukan pertanyaan semacam itu. Lalu pembelajaran melalui ruang GTK untuk apa? Jawabannya, yaitu untuk wawasan kita menjawab pertanyaan esai studi kasus pada pertanyaan UP nomor terakhir. Ya, kita akan diberikan waktu 30 menit untuk menjawab pertanyaan esai tersebut. Guru diminta menganalisis yang terjadi sekaligus memberikan solusi dengan ilmu yang dimiliki. Nah, ilmu tersebut dari mulai istilah, teori menurut siapa, atau teori seperti apa dapat kita gunakan di sini. Untuk pembuatan jurnal pada masa pembelajaran, buatlah jurnal yang tidak plagiat dan otentik atau jika kesulitan parafrase, anda bisa menggunakan teknologi AI untuk membantu parafrase sebuah paragraf. Buatlah dengan serius agar tidak terjadi revisi yang justru akan mengganggu waktu kita. Contoh jurnal pembelajaran sudah saya upload di menu "Berbagi" pada blog ini. Satu lagi tambahan, nilai refleksi pada proses pembelajaran atau Jurnal Pembelajaran tidak mempengaruhi hasil akhir, jadi santai saja. Yang terpenting semua checklist.
Soal PG dapat berlatih dengan TryOut yang dirilis beberapa hari sebelum ujian. Persentase kemiripan antara try out dengan soal hari H bisa sampai 60-70%. Hemat penulis, 30-40% sisanya pertanyaan yang mirip dengan modifikasi sedikit. Intinya, ikutilah tryout (bisa diulang-ulang pengerjaannya). Untuk soal Esai, mulailah dari sekarang menyusun startegi dalam menyusun kalimat hingga paragraf dengan studi kasus sesuai kisi-kisi (file saya upload di menu "Berbagi" pada blog ini). Ketika hari H saat mengoperasikan aplikasi dan kamera proktor, pastikan internet, device tidak bermasalah. Kalau tidak ada, bisa pinjam terlebih dahulu. Jangan panik ketika ada permasalahan, semua di hari H ada solusinya. Insya Allah.
Kedua, Ujian Kinerja (UKIN), pembuatan video dan upload RPP. Pastikan persiapan pembelajaran beserta device untuk merekam sudah baik. Murid biarlah sesuai dengan natural seperti pembelajaran biasa agar tidak kaku, tidak perlu di-setting. Yang perlu di-setting yaitu urutan pembelajaran, nanti murid akan mengikuti dengan sendirinya. Video yang diupload ada 2, video full dan video diedit menjadi 30 menit. Untuk teknis upload pastikan drive yang digunakan memiliki ruang (google drive) yang cukup, paling tidak dalam jangka waktu 1 bulan (saat penilaian video) agar tidak terjadi permasalahan. Untuk format RPP yang digunakan haruslah lengkap dari mulai identitas sampai semua lampiran (asesmen awal, formatif, hingga sumatif, materi, dsb.). Penilaian UKIN ini akan membantu anda, sebagai nilai tambahan dan pelengkap. Jika pada masa penilaian, anda tidak dihubungi melalui Whatsapp oleh dosen penilai, maka artinya sudah aman (nilai).
Percayalah, persentase kelulusan itu tinggi jika kita benar-benar serius dalam mengerjakan UKIN (untuk menambah nilai) dan juga pengerjaan UP dengan sungguh-sungguh. Sekian, semoga bermanfaat untuk pembaca. Semangat untuk para pembaca/pendidik, semoga lulus PPG!