Identitas Artikel
Judul: Program Sistem Manajemen Laboratorium Kimia Menggunakan Microsoft Visual Studio Community 2019 Berbasis Pengembangan Berkelanjutan
Penulis: Budiman Prasetyo, Suwahono, Ervin Tri Suryandari
Tahun: 2020
Sumber: Journal of Educational Chemistry, Volume 2, Nomor 1, 2020
Link Download: https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1763113&val=18822&title=PROGRAM%20SISTEM%20MANAJEMEN%20LABORATORIUM%20KIMIA%20MENGGUNAKAN%20MICROSOFT%20VISUAL%20STUDIO%20COMMUNITY%202019%20BERBASIS%20PENGEMBANGAN%20BERKELANJUTAN
Review
Paragraf pertama artikel ini menjelaskan latar belakang mengenai pentingnya pengembangan berkelanjutan (sustainable development) di bidang kimia sebagai bagian dari upaya global sejak Rio Earth Summit 1992. Penulis mengaitkan tuntutan pengelolaan limbah kimia dan kebutuhan sistem informasi laboratorium dengan tujuan SDGs, terutama terkait indikator 12.4 mengenai pengelolaan limbah berbahaya. Permasalahan utama yang dihadapi laboratorium kimia UIN Walisongo ialah pencatatan manual yang tidak efisien dan kurang aman, sehingga diperlukan inovasi berbasis digital untuk meningkatkan kualitas manajemen data laboratorium.
Pada bagian metodologi, penulis menggunakan model pengembangan perangkat lunak Unified Process (UP) yang mencakup fase Inception, Elaboration, Construction, Transition, dan Production. Setiap fase dijabarkan secara sistematis, dimulai dari analisis kebutuhan hingga uji coba perangkat. Model ini dipilih karena sifatnya yang iteratif dan mendukung pengembangan berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai tepat karena memberikan ruang evaluasi dan perbaikan berkelanjutan pada produk perangkat lunak.
Hasil implementasi perangkat menunjukkan bahwa penulis mendesain antarmuka menggunakan Corel Draw X7 serta komponen UI dari framework Bunifu, dan membangun database menggunakan MySQL Workbench 8.0 CE. Program yang dinamai Rhazes tersebut memiliki beberapa menu utama seperti Dashboard, Material, SOP, dan Report. Implementasi kode dilakukan dengan Visual Basic .NET dan diuji melalui debugging untuk memastikan kesesuaian dengan rancangan. Tampilan aplikasi terlihat cukup modern dan mendukung kebutuhan pengolahan data laboratorium.
Pengujian sistem dilakukan secara menyeluruh melalui unit testing, integration testing, validation testing (alpha dan beta), serta system testing. Hasilnya menunjukkan keberhasilan 100% pada unit dan integrasi, nilai validitas Aiken sebesar 0,95 (kategori memadai), serta respons positif dari pengguna pada uji beta. System testing juga menunjukkan maintainability index sebesar 63,16 yang masuk kategori “baik”, serta kinerja CPU sangat ringan. Data ini menandakan bahwa perangkat lunak memiliki performa baik, stabil, dan mudah dikembangkan lebih lanjut.
Secara keseluruhan, artikel ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan sistem manajemen laboratorium berbasis teknologi yang berorientasi keberlanjutan. Penulis berhasil merancang dan menguji sebuah aplikasi yang tidak hanya mempermudah inventarisasi alat dan bahan, tetapi juga mendukung pencatatan limbah kimia sesuai target SDGs. Meski demikian, artikel ini masih dapat ditingkatkan dengan menambahkan perbandingan kinerja dengan aplikasi sejenis atau uji coba pada periode penggunaan yang lebih panjang untuk menilai konsistensi performa. Kendati begitu, karya ini memberikan pondasi kuat bagi pengembangan sistem informasi laboratorium di masa mendatang.