Selamat Datang di Website Blog Budiman Prastyo

Informal: Pelatihan Deep Learning NICE Indonesia 2021

Informal: Pelatihan Deep Learning NICE Indonesia 2021

Pada tahun 2021, di tengah masa pandemi ketika seluruh aktivitas pembelajaran beralih ke sistem daring, saya berkesempatan mengikuti pelatihan Deep Learning berbasis sintaks FIRST yang diselenggarakan oleh NICE dan NAMA Foundation. Program ini terlaksana melalui kerja sama resmi antara kedua lembaga tersebut dengan Divisi Pendidikan SIT Latansa Cendekia. Meskipun dilakukan secara virtual, pelatihan tersebut berlangsung intensif dan sangat mendalam, memberikan pengalaman belajar yang kaya serta relevan dengan tantangan pendidikan masa itu.

 

Gambar 1. Dokumentasi Pelatihan ROOTS EDU bersama NICE

NICE sendiri merupakan organisasi yang berfokus pada pengembangan kapasitas komunitas, terutama dalam bidang edukasi, kepemimpinan, dan penguatan masyarakat. Lembaga ini dikenal aktif menyelenggarakan program-program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga profesional melalui pendekatan pembelajaran yang aplikatif serta berorientasi pada pemberdayaan. Dengan jaringan instruktur yang kompeten, NICE mampu menghadirkan pelatihan yang berdampak nyata pada praktik pendidikan di lapangan.

Sementara itu, NAMA Foundation adalah lembaga filantropi internasional yang berfokus pada pengembangan pendidikan, kapasitas kepemimpinan, dan pemberdayaan kaum muda di berbagai negara. Melalui dukungan program-program pelatihan, penelitian, dan pemberdayaan komunitas, NAMA Foundation berkomitmen menciptakan perubahan positif dan berkelanjutan. Kolaborasi antara NAMA Foundation dan NICE menjadikan pelatihan Deep Learning ini memiliki kualitas materi dan pendekatan yang terstruktur, profesional, serta berorientasi pada transformasi pembelajaran.

Dalam pelatihan tersebut, kami dibekali berbagai teknik AFL (Assessment for Learning) sebagai strategi utama untuk menciptakan pembelajaran mendalam (deep learning) di kelas. Fasilitator memperkenalkan konsep ADLX (Active Deep Learning Experience), yaitu pendekatan pembelajaran aktif yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, merefleksi, serta terlibat secara penuh dalam proses belajar. Mereka menggunakan sintaks FIRST (Focusing, Interacting, Reviewing, Sequencinf, Transforming)—untuk memandu guru dalam merancang pengalaman belajar yang efektif. Melalui model ini, kami dilatih untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menekankan pemahaman konseptual, tetapi juga kemampuan peserta didik untuk menghubungkan, menerapkan, dan mentransfer pengetahuan secara bermakna. Di tahun selanjutnya, saya juga mengikuti pelatihan yang mirip dengan ini, tetapi ditambah dengan nilai keislaman dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) yaitu ADLX TERPADU (Telaah, Eksplorasi, Rumuskan, Presentasi, Aplikasi, Duniawi, dan Ukhrawi). Berangkat dari dasar-dasar yang saya dapatkan, saya kembangkan menjadi perencanaan pembelajaran sekaligus bahan ajar (berupa buku yang saya terbitkan) di kelas.