Selamat Datang di Website Blog Budiman Prastyo

KAMMI: Organisasi Pergerakan Mahasiswa Muslim yang Konsisten di Jalan Kebaikan

KAMMI: Organisasi Pergerakan Mahasiswa Muslim yang Konsisten di Jalan Kebaikan

Bergabung dengan KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) menjadi salah satu keputusan organisasi yang paling memberikan kenyamanan dan kedalaman makna bagi perjalanan intelektual serta spiritual saya. Sejak awal, saya merasa bahwa KAMMI bukan hanya sekadar organisasi Islam, tetapi juga ruang pembinaan intelektual yang kuat dan lingkungan sosial yang hangat. Di dalamnya, saya menemukan perpaduan ideal antara nilai keislaman, semangat perubahan, dan budaya diskusi yang kritis. Interaksi sehari-hari di KAMMI pun sangat terjaga; adab pergaulan antara ikhwan dan akhawat diperhatikan dengan baik, para muslimah mengenakan kerudung syar’i, dan seluruh kader dibiasakan menjaga tutur kata serta sikap sesuai nilai-nilai Islam. Lingkungan seperti inilah yang membuat saya merasa aman, nyaman, dan diterima apa adanya. Ada wadah yang mirip tapi tak serupa di kampus, yaitu Farohis (Forum Aktivitas Rohani Islam) yang tergabung dalam FSLDK (Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus). Berbeda dengan KAMMI, Lembaga Dakwah Kampus ini tidak mendalam terlibat politik kampus seperti KAMMI. Keduanya memiliki kemiripan, sama-sama sosialis, peduli dengan isu sosial.

 

Gambar 1. Dokumentasi saat mengisi diskusi Madrasah KAMMI

Aktivitas di KAMMI membentuk kedisiplinan pikir dan semangat perjuangan. Organisasi ini sangat menekankan penguatan nalar akademik, kajian keislaman, serta kepedulian sosial. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah keterlibatan saya dalam berbagai aksi demonstrasi menanggapi kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat atau bertentangan dengan nilai keadilan. Dalam aksi-aksi tersebut, saya beberapa kali dipercaya menjadi korlap (koordinator lapangan), sebuah posisi yang menuntut keberanian, ketegasan, dan kemampuan memimpin massa. Tanggung jawab tersebut melatih saya untuk cepat mengambil keputusan, menyusun strategi aksi, serta memastikan jalannya demonstrasi tetap tertib dan memperjuangkan aspirasi rakyat dengan penuh tanggung jawab. Selain demo saya juga sering diundang menjadi fasilitator diskusi antar kampus di UNNES, UNDIP, dan UPGRIS.

Gambar 2. Cuplikan portal berita yang memuat aksi, di mana saya menjadi orator sebagai protes kepada wakil rektor kemahasiswaan karena agenda TOEFL tidak sesuai standar dan membela hak pendaftar TOEFL bagi mahasiswa lama

Secara organisatoris, perjalanan saya di KAMMI dimulai ketika saya menjabat sebagai Staff Humas KAMMI Komisariat UIN Walisongo pada tahun 2017. Dari posisi ini, saya belajar berkomunikasi dengan berbagai pihak, membangun citra organisasi, serta mengoordinasikan informasi secara efektif di internal maupun eksternal. Pengalaman tersebut membuka jalan bagi tanggung jawab yang lebih besar ketika pada tahun 2018 saya dipercaya menjadi Ketua KAMMI Komisariat UIN Walisongo. Dalam peran tersebut, saya memimpin berbagai program kaderisasi, kajian, advokasi, hingga aksi sosial, sekaligus memperkuat kultur intelektual yang menjadi ciri khas KAMMI. Bersamaan saya aktif di KAMMI saya juga berpartai politik di kampus. Saya mengikuti Partai Kebangkitan Bangsa, akhirnya saya lolos terpilih menjadi anggota Senat FST UIN Walisongo dengan peroleh suara terbanyak. Kemudian, tahun berikutnya saya pindah partai ke Parta Mahasiswa Berkemajuan, bersama teman-teman IMM untuk pemenangan teman kami di pasangan calon ketua BEM 2018.

Tahun berikutnya, amanah saya meningkat ke level yang lebih tinggi. Pada 2019, saya bergabung di KAMMI Cabang Semarang sebagai Ketua Departemen Kebijakan Publik. Di sini, saya terlibat dalam kajian-kajian isu nasional maupun lokal, menyusun sikap organisasi terhadap kebijakan pemerintah, dan memfasilitasi ruang dialog publik bagi mahasiswa. Peran ini semakin menguatkan keyakinan saya bahwa KAMMI adalah wadah yang tidak hanya membentuk saya menjadi pribadi muslim yang taat, tetapi juga mahasiswa yang kritis, peka terhadap ketidakadilan, dan siap memperjuangkan kepentingan umat. Semua pengalaman tersebut menjadikan KAMMI rumah intelektual-spiritual yang sangat berarti bagi perjalanan hidup saya.