Selamat Datang di Website Blog Budiman Prastyo

Kuliah S1: Pendidikan Kimia UIN Walisongo Semarang

Kuliah S1: Pendidikan Kimia UIN Walisongo Semarang

Saya adalah alumni Pendidikan Kimia UIN Walisongo, dan pada wisuda 20 November 2019, saya dianugerahi gelar wisudawan terbaik kedua Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dengan IPK 3,92. Pencapaian ini bukanlah hal yang muncul secara tiba-tiba. Sebagai mahasiswa yang berasal dari Tangerang, saya telah melalui perjalanan panjang yang penuh tantangan, pengalaman, dan pembelajaran.

Gambar 1. Budiman Prastyo ketika mengembangkan alat filtrasi logam berat di Lab Kimia UIN Walisongo Semarang pada event KPD 2017 Pendanaan DIPA

Perjalanan Saya

Selama kuliah, saya berusaha untuk tidak hanya menjadi mahasiswa yang belajar di kelas. Saya ingin menjadi seseorang yang produktif dan berkontribusi. Dari sana, beberapa prestasi berhasil saya raih, di antaranya: Juara 1 Lomba Desain Grafis tingkat Nasional (FSLDKN Riau), Presentator Karya Tulis SEMNAS MIPA UIN Walisongo (2017), Finalis Karya Tulis Ilmiah Qur’an bidang Sains dan Teknologi (Kimia) UIN Sunan Ampel Surabaya (2018), Penerima dana penelitian DIPA UIN Walisongo (2017). Selain kimia, saya juga menekuni riset, desain grafis, dan coding. Saya senang menulis, dan beberapa tulisan saya bahkan telah terbit di UNNES Science Education Journal (2018) dan publikasi LP2M UIN Walisongo, juga di Journal of Education Chemistry (JEC).

Gambar 2. Cuplikan instagram @budimanium yang memuat dokumentasi publikasi Suara Merdeka tentang Seminar Workshop Waste Treatment oleh Prof. Nagel dari Jerman sebagai Narasumber. Terlihat Budiman Prastyo sedang mengajukan pertanyaan kepada Narasumber

 

Aktif Berorganisasi

Saya adalah tipe orang yang mudah terpanggil untuk ikut bergerak. Karena itu, saya aktif di berbagai organisasi, seperti: KAMMI UIN Walisongo Semarang (Ketua Umum 2018),  KAMMI Pengurus Daerah Semarang (Ketua Departemen Kebijakan Publik 2019), Senat Mahasiswa (SEMA) FST, komunitas Warung Sains dan Teknologi (Warstek), Walisongo Muda (Muslim Desain), dan komunitas lainnya saya dirikan seperti Unit Peduli Kanker (UPK).

Banyak orang mengira organisasi bisa menghambat prestasi akademik, tetapi bagi saya malah sebaliknya. Organisasi membantu membentuk karakter, pola pikir, kedisiplinan, serta soft skill yang justru memperkuat saya di ranah akademik. Seluruh organisasi yang saya ikuti selalu memberikan dukungan, baik secara moral maupun intelektual.

Bagaimana Saya Mengatur Waktu

Banyak yang bertanya bagaimana saya membagi waktu. Jawaban saya selalu sederhana: catatan agenda harian. Setiap hari saya menuliskan kapan harus bekerja untuk organisasi dan kapan harus fokus belajar. Jujur saja, porsi waktu saya lebih banyak tersedot untuk organisasi. Karena itu, ketika berada di kelas saya berusaha memaksimalkan setiap menit untuk benar-benar belajar. Setelah menyelesaikan kuliah, niat saya adalah berkontribusi di dunia pendidikan.

 

Gambar 3. Cuplikan portal berita kampus UIN Walisongo yang memuat wawancara LPM Amanat UIN Walisongo bersama Budiman Prastyo sebagai wisudawan terbaik FST

 

Pesan dari Saya untuk Mahasiswa Lain

Dalam perjalanan ini, saya belajar bahwa menjadi wisudawan terbaik bukanlah tujuan utama. Jangan menjadikan gelar itu sebagai satu-satunya orientasi. Aktiflah berorganisasi, baik intra maupun ekstra, karena banyak tokoh besar Indonesia lahir dari organisasi yang mereka geluti.

Satu hal yang selalu saya pegang adalah pesan Imam Asy-Syafi’i:
"Jangan memusuhi guru, karena salah satu penyebab hilangnya keberkahan ilmu adalah memusuhi guru."

Saya percaya bahwa keberkahan ilmu lahir dari adab. Belajar di kelas penting, tetapi harus diimbangi dengan penelitian lapangan, keberanian ikut lomba-lomba, dan keterlibatan dalam riset. Dari situlah pengalaman dan kemampuan yang sesungguhnya tumbuh.

Saat ini bekerja sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum di SMAIT Latansa Cendekia. Saya menekuni bidang pendidikan MIPA, khususnya pendidikan kimia dan biologi. Selain fokus pada pendidikan, saya juga memiliki ketertarikan pada pengembangan web sebagai bidang tambahan yang terus saya eksplorasi untuk mendukung inovasi dalam proses belajar-mengajar. Di luar dunia pendidikan, saya merupakan owner Etnodrink, sebuah usaha jamu halal yang berkomitmen menghadirkan minuman tradisional sehat dan autentik. Dengan latar belakang multidisipliner dan semangat untuk terus berkembang, saya berupaya menghadirkan kontribusi nyata baik dalam dunia pendidikan maupun kewirausahaan. Penelitian dan buku yang pernah dituslikan oleh penulis:

Konsep Tabayyun menurut Buya HAMKA dan Implementasinya pada Praktikum Kimia di Rumah (Studi Kasus Berita Hoaks COVID-19) terbit di Journal of Educational Chemistry (JEC)

 

Skrining fitokimia dan analisis GC-MS dari ekstrak batang Punica granatum (studi ayat mengenai delima dan Qs. Ali Imran [3]: 191) terbit di Prosiding Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam Dan Sains 3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 

Stages Of Islamization Of Science According To Ismail Raji Al-Faruqi As Unity Of Sciences Efforts And Implementation In The Practical Guidance Of Chemistry terbit di Unnes Science Education Journal

 

Program Sistem Manajemen Laboratorium Kimia Menggunakan Microsoft Visual Studio Community 2019 Berbasis Pengembangan Berkelanjutan terbit di Journal of Educational Chemistry (JEC)

 

Buku:

Principia Kimia (2020)

 

Bioentrepreneur: pengolahan sampah berbasis ekonomi kreatif (2020)

 

Praktikum Kimia Sederhana (2024) – Buku terbit di Haura Publishing

 

Praktikum Kimia di Sekolah untuk Kelas X (2024) – Buku terbit di Haura Publishing

 

Praktikum Kimia di Sekolah untuk Kelas XI (2025) – Buku terbit di Haura Publishing

 

Praktikum Kimia di Sekolah untuk Kelas XII (2025) – Buku terbit di Haura Publishing