Selamat Datang di Website Blog Budiman Prastyo

Kultum Shalat Tarawih: Hikmah Puasa Ramadhan

Kultum Shalat Tarawih: Hikmah Puasa Ramadhan

Kultum Ba'da shalat Tarawih ini saya sampaikan di Masjid Baiturrahman, Karawaci, Kota Tangerang pada Malam ke-6 Ramadhan 1447H (Ahad, 22 Februari 2026).

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

 


الحمدُ للهِ ربِّ العالمين، نحمدُهُ ونستعينُهُ ونستغفِرُهُ ونعوذُ باللهِ من شرورِ أنفسِنا ومن سيِّئاتِ أعمالِنا،
من يهدِهِ اللهُ فلا مُضِلَّ لهُ ومن يُضلِلْ فلا هاديَ لهُ.

أشهدُ أن لا إلهَ إلا اللهُ وحدهُ لا شريكَ لهُ،
وأشهدُ أنَّ محمدًا عبدُهُ ورسولُهُ.

اللهمَّ صلِّ وسلِّم وبارك على سيدنا محمدٍ،
وعلى آلهِ وصحبِهِ أجمعين.

أمَّا بعدُ…

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mempertemukan kita dengan bulan penuh keberkahan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.


Apa Itu Hikmah?

Jama’ah yang dirahmati Allah, Secara bahasa, kata hikmah berasal dari bahasa Arab Hakama, Yahkumu, Hikman/Hikmatan, الحكمة (al-hikmah) yang bermakna kebijaksanaan, ketepatan dalam mengambil keputusan, serta kemampuan menempatkan sesuatu pada tempatnya. Hikmah juga berarti pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari suatu peristiwa. Kalau istilah Pak Menteri Prof  Mu'ti, "Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)".

 

Mengambil Hikmah dari Sebuah Berita

Mari kita lakukan sedikit simulasi berpikir.

Ada sebuah berita berjudul:

“Di Sumenep (2026) ada tarawih dibayar 300 ribu rupiah. Jama’ah tarawih full sampai badan jalan. Datang tarawih sejak jam 2 siang.”

Cuplikan berita: Tarawih dapat uang 300 ribu (sumber: kumparan)

 

Sekarang saya bertanya kepada jama’ah:

Apa hikmah yang bisa kita ambil?

Sebagian mungkin berkata:

  • - “Wah, ini fenomena unik.”

  • - “Ini motivasi materi.”

  • - “Ini menunjukkan antusiasme masyarakat.”

Namun di balik itu semua, ada pelajaran besar. Manusia bisa sangat bersemangat ketika ada imbalan yang terlihat. Datang sejak jam 2 siang demi 300 ribu rupiah. Masjid penuh, bahkan sampai badan jalan. Pertanyaannya…

"Bagaimana jika imbalannya bukan 300 ribu, tetapi pahala yang Allah janjikan?"
"Bagaimana jika tidak ada uang 300 ribu pada kegiatan tersebut? Apakah kondisinya sama?"

Di sinilah kita belajar: manusia akan bergerak kuat jika ia yakin pada imbalannya.


Puasa Menurut Bahasa

Sekarang kita masuk ke pembahasan puasa. Secara bahasa, puasa berasal dari kata Arab صوم (shaum) yang berarti menahan diri. Dalam Al-Qur'an, tepatnya pada QS Maryam ayat 26, Allah berfirman tentang Maryam:

إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا
“Sesungguhnya aku bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih.”

Yang dimaksud di sini adalah menahan diri dari berbicara. Ketika itu ibunda Maryam sedang diterpa kabar miring oleh masyarakat sekitar karena memiliki anak (Nabi Isa) tanpa adanya suami. Allah sendiri yang Menunjukkan ke masyarakat melalui mukjizat Nabi Isa yang dapat berbicara walaupun masih bayi.

Jadi secara bahasa, shaum berarti menahan — bukan hanya makan dan minum, tetapi juga menahan lisan, emosi, dan hawa nafsu.


Puasa Menurut Istilah Syara’

Adapun menurut istilah syara’, puasa adalah:

Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, disertai niat karena Allah Ta’ala.

Jadi bukan hanya lapar dan haus, tetapi ibadah yang terikat waktu, syarat, dan niat.


Hikmah Puasa dari Segi Pendidikan (Tarbiyah)

Jama’ah yang dirahmati Allah, Puasa adalah madrasah kejujuran.

Orang yang berpuasa dan tidak berpuasa itu secara fisik tidak bisa dibedakan. "Ibu-ibu, tadi suami puasa? Tandanya apa?". Misal jawabannya: "Tandanya lemas". Ada beberapa orang berpuasa tetapi badannya tidak lemas. Sekali lagi, orang berpuasa itu "Syirr", kita tidak tahu tanda orang berpuasa itu apa.

Yang tahu hanya dua:

  • - dirinya sendiri

  • - dan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Inilah pendidikan kejujuran yang luar biasa. Puasa juga mendidik keikhlasan. Tidak ada yang memaksa. Tidak ada CCTV manusia. Tetapi ada pengawasan Allah. Kalau seseorang bisa jujur dalam kondisi tidak diawasi manusia, maka ia sedang membangun karakter takwa.


Hikmah Puasa dari Segi Ekonomi

Ramadan juga membawa hikmah dari sisi ekonomi (data jual beli di Bulan Ramadhan dibanding bulan lainnya).

Perputaran ekonomi meningkat pesat:

  • - Pedagang takjil bermunculan

  • - UMKM bergerak

  • - Pasar ramai

  • - Penjual pakaian dan kebutuhan lebaran meningkat

Ramadan menggerakkan roda ekonomi umat. Namun di sini ada pelajaran:
Ramadan bukan hanya momentum konsumsi, tetapi juga momentum distribusi — melalui zakat, infak, dan sedekah.


Mencari Hikmah Lainnya

Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 183:

لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Agar kalian bertakwa.”

Tujuan akhirnya adalah takwa. Namun malam ini saya ingin mengajak jama’ah berpikir lebih dalam apakah dapat kita menemukan hikmah puasa Ramadhan lainnya? Ini dapat kita temukan semakin banyak kita mempelajari banyak ilmu ke depannya. Misal saya, saya merupakan guru Biologi dan Kimia. Saya dapat menemukan hikmah puasa dari perspektif biologi, kimia, pendidikan, atau dunia kedokteran.

Selain takwa, hikmah apa lagi yang bisa kita temukan dari puasa?Mari kita renungkan. Karena orang yang cerdas bukan hanya yang berpuasa, tetapi yang menemukan hikmah di balik puasanya.

Semoga Ramadan tahun ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi madrasah kehidupan. Mari kita kejar pahala bukan karena “dibayar 300 ribu”, tetapi karena Allah telah menyiapkan balasan yang tak ternilai.

Wallahu a’lam bish-shawab. Mohon maaf apabila ada kata atau perbuatan dari saya yang salah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.