Selamat Datang di Website Blog Budiman Prastyo

Kultum Shalat Tarawih: Ujian Ibadah di Level Atas dan Level Bawah

Kultum Shalat Tarawih: Ujian Ibadah di Level Atas dan Level Bawah

Kultum singkat ini menukil dari taujih Ustadz Sofwan Sajadi, M.Pd dengan penyesuaian sesuai kebutuhan penceramah dalam teks ini. Kultum ini disampaikan di Masjid Baiturrahman, Karawaci, Kota Tangerang pada 3 Maret 2026/ 5 Ramadhan 1447H pada kultum tarawih. Semoga bermanfaat bagi diri pribadi dan pembaca pada umumnya.

 

 

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

 

Jama'ah shalat tarawih yang dirahmati Allah,

Di dalam kehidupan seorang muslim, ibadah yang kita lakukan tidak pernah lepas dari ujian. Bahkan semakin seseorang dekat kepada Allah, sering kali justru semakin halus pula ujian yang dihadapinya. Secara umum, ujian dalam ibadah dapat kita lihat dalam dua tingkatan: ujian pada level atas dan ujian pada level bawah.


1. Ujian Ibadah di Level Atas

Jama'ah shalat tarawih yang dirahmati Allah, Level atas ini biasanya dialami oleh orang-orang yang sudah rajin beribadah. Misalnya ahli ibadah, orang berilmu, orang yang memiliki kedudukan, orang kaya yang gemar bersedekah, atau seperti kita di bulan Ramadhan yang frekuensi ibadahnya meningkat: shalat tarawih, membaca Al-Qur'an, bersedekah, dan sebagainya. Pada level ini, syetan tidak lagi menggoda dengan meninggalkan ibadah. Karena orang seperti ini sudah terbiasa beribadah. Maka syetan menggunakan godaan yang lebih halus, yaitu:

  • [1] Riya'

  • [2] Sum'ah

  • [3] Ujub (sombong dengan amal)

Riya’

  • - Secara bahasa, riya’ berasal dari kata ra'ā – yarā yang berarti melihat, yaitu ingin dilihat manusia.

  • - Secara istilah syar'i, riya’ adalah melakukan ibadah dengan tujuan agar dilihat, dipuji, atau dihormati oleh manusia, bukan semata-mata karena Allah. Contohnya seseorang beribadah hanya karena ada orang yang melihat.

Sum’ah

  • - Secara bahasa, berasal dari kata sama’a, yasma'u, sum'ah yang berarti mendengar.

  • - Secara istilah syar'i, sum’ah adalah melakukan amal agar didengar oleh manusia, misalnya menceritakan amalnya agar dipuji. Misalnya seseorang berkata, “Tadi malam saya khatam sekian juz,” bukan untuk memberi motivasi, tetapi agar dipuji.

Ujub

  • - Secara bahasa, berarti merasa kagum terhadap diri sendiri.

  • - Secara istilah syar'i, ujub adalah merasa bangga terhadap amal ibadahnya sendiri hingga lupa bahwa semua itu adalah karunia Allah.

Orang yang ujub merasa amalnya hebat, sehingga merendahkan orang lain.

Inilah ujian halus bagi orang yang rajin beribadah. Amalnya banyak, tetapi bisa rusak karena penyakit hati.


2. Ujian Ibadah di Level Bawah

Jama'ah shalat tarawih yang dirahmati Allah. Adapun ujian pada level bawah biasanya dialami oleh orang yang masih sering terjatuh dalam dosa dan maksiat. Syetan menggoda dengan cara menjatuhkan seseorang ke dalam keputusasaan dari rahmat Allah.

Bisikan syetan sering kali seperti ini:

“Sudah ah... buat apa kamu taubat? Kamu kan ahli maksiat. Dosa kamu terlalu banyak. Tidak mungkin Allah mengampunimu.”

Padahal bisikan ini adalah tipu daya syetan. Allah secara tegas melarang kita berputus asa dari rahmat-Nya dalam Al-Qur'an:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Artinya:
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar: 53)

Ayat ini menunjukkan bahwa sebesar apa pun dosa seseorang, pintu taubat selalu terbuka selama ia masih hidup dan mau kembali kepada Allah.


Penutup

Jama'ah shalat tarawih yang dirahmati Allah,

Maka kita semua perlu waspada terhadap dua ujian ini:

  • - Jika kita rajin beribadah atau dalam kondisi yang baik (kaya, berilmu, dsb), jangan sampai terjatuh dalam riya’, sum’ah, dan ujub.

  • - Jika kita pernah banyak dosa, jangan sampai terjatuh dalam keputusasaan dari rahmat Allah.

Karena keduanya sama-sama merupakan tipu daya syetan untuk merusak hubungan kita dengan Allah. Semoga Allah menjaga diri kita, saya pribadi dan juga jama'ah sekalian dari segala penyakit hati tersebut.

Amin ya Rabbal 'alamin.

وَبِاللّٰهِ التَّوْفِيقُ وَالْهِدَايَةُ، وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ