Saya telah mengakomodasi kebutuhan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran dan bahan ajar yang otentik serta valid melalui pemanfaatan platform Quipper, yang kini menjadi salah satu sumber belajar digital terbaik di sekolah. Quipper membantu guru memperoleh materi yang terstruktur, kredibel, dan sesuai dengan standar kurikulum, sehingga memudahkan proses penyusunan RPP, LKPD, dan asesmen. Berangkat dari efektivitas tersebut, saya mengusulkan perpanjangan kerja sama dengan Quipper, karena manfaatnya terbukti sangat signifikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SMAIT Latansa Cendekia.
Untuk memaksimalkan manfaatnya, saya merancang Program Optimalisasi Quipper bagi seluruh mata pelajaran, sehingga setiap guru dapat menggunakan platform ini secara komprehensif. Guru tidak hanya menggunakan Quipper sebagai media pemberian tugas, tetapi juga sebagai sumber referensi utama, alat asesmen formatif-sumatif, dan pendukung pembelajaran diferensiasi. Melalui pelatihan yang saya fasilitasi, guru diarahkan untuk memadukan konten Quipper dengan sintaks ADLX sekolah, sekaligus menautkannya dengan tujuan pembelajaran dan standar capaian kurikulum.
Quipper kini dilengkapi fitur analisis butir soal otomatis yang sangat membantu guru dalam mengevaluasi kualitas soal yang digunakan. Dengan fitur ini, guru dapat langsung mengetahui tingkat kesulitan soal, daya pembeda, hingga efektivitas pilihan jawaban, sehingga memperkuat validitas asesmen. Selain itu, Quipper menyediakan pembuat soal berbasis AI, memungkinkan guru menghasilkan soal-soal baru yang relevan, variatif, dan sesuai indikator hanya dalam hitungan detik. Kombinasi kedua fitur ini membuat guru dapat melakukan asesmen secara lebih profesional, cepat, dan akurat, sekaligus menghemat banyak waktu.
Melalui program optimalisasi ini, saya melatih guru untuk memanfaatkan seluruh fitur tersebut secara strategis—dari menyusun perangkat ajar hingga melakukan refleksi pembelajaran berbasis data. Guru kini mampu memanfaatkan analitik Quipper untuk membaca kesulitan siswa, memetakan pola kesalahan, dan merancang intervensi pembelajaran yang lebih tepat sasaran. Dengan demikian, Quipper bukan hanya menjadi aplikasi pelengkap, tetapi telah menjadi alat akademik penting dalam mendukung peningkatan kualitas pengajaran.
Program ini memberikan dampak besar bagi sekolah. Guru menjadi lebih efisien, lebih fokus pada peningkatan kualitas interaksi pembelajaran, dan tidak lagi terbebani oleh penyusunan perangkat administrasi yang memakan waktu. Siswa pun mendapat pengalaman belajar yang lebih adaptif dan kaya sumber. Saya meyakini bahwa perpanjangan kerja sama dengan Quipper dan optimalisasi pemanfaatannya akan terus memperkuat budaya belajar cerdas, berbasis teknologi, dan profesional di SMAIT Latansa Cendekia.