Selamat Datang di Website Blog Budiman Prastyo

Organisasi Ketika SMP: Fondasi Berorganisasi

Organisasi Ketika SMP: Fondasi Berorganisasi

Sejak duduk di bangku MTsN 1 Jakarta, saya aktif mengikuti berbagai organisasi yang memberikan banyak pengalaman berharga. Salah satu kegiatan yang paling membentuk karakter saya adalah keikutsertaan dalam Palang Merah Remaja (PMR). Melalui ekstrakurikuler ini, saya mengikuti berbagai pelatihan seperti pertolongan pertama (P3K), simulasi penanganan bencana, donor darah, penyuluhan kesehatan, hingga kegiatan bakti sosial di lingkungan sekitar sekolah. PMR juga mengajarkan saya kedisiplinan, empati, kerja sama tim, serta kemampuan mengambil keputusan cepat dalam situasi darurat.

Selain PMR, saya juga terlibat aktif dalam OSIS, khususnya sebagai Ketua Bidang Seni. Dalam posisi ini, saya bertanggung jawab mengoordinasikan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kreativitas dan ekspresi seni siswa. Beberapa kegiatan yang saya kelola antara lain mengurus majalah dinding (mading) sekolah, mengadakan lomba-lomba seni, mengelola dekorasi acara-acara besar, serta mendampingi tim seni dalam kegiatan pentas atau perayaan tertentu. Peran ini melatih saya dalam hal kepemimpinan, manajemen waktu, dan kemampuan bekerja dengan berbagai karakter teman siswa.

Aktif dalam dua organisasi ini memberikan sejumlah dampak positif bagi perkembangan diri saya. Saya belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas saya berkembang pesat karena terbiasa berinteraksi dengan banyak pihak dan mengelola berbagai program kegiatan. Pengalaman-pengalaman ini menjadi fondasi penting bagi saya untuk terus berperan aktif dalam organisasi di jenjang pendidikan berikutnya.

Selain aktif berorganisasi di sekolah, saya juga terlibat dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat melalui RISBA (Remaja Islam Masjid Baiturrahim Mampang Prapatan). Di organisasi ini, saya menjadi pemain marawis yang rutin tampil dalam berbagai acara Islam, seperti peringatan hari besar Islam, kajian remaja, hingga acara pernikahan adat Betawi, termasuk dalam tradisi palang pintu. Pengalaman tampil di depan publik bersama kelompok marawis tidak hanya meningkatkan rasa percaya diri, tetapi juga memperkuat kemampuan bekerja dalam tim dan memupuk kecintaan saya terhadap seni budaya Betawi.

Selain menjadi bagian dari tim marawis, RISBA juga menjadi tempat saya menimba ilmu agama. Melalui TPQ RISBA, saya mengikuti kegiatan mengaji Al-Qur’an, mempelajari dasar-dasar fikih, akhlak, serta berbagai kajian keislaman lainnya. Pembinaan yang saya terima di TPQ membantu membentuk karakter spiritual yang lebih kuat, menanamkan nilai kesabaran, kedisiplinan, serta semangat untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Keterlibatan saya di PMR, OSIS, dan RISBA memberikan dampak positif yang sangat besar. Saya belajar mengatur waktu, memikul tanggung jawab, melatih kepemimpinan, serta mengasah kepekaan sosial dan spiritual. Gabungan pengalaman organisasi sekolah dan kegiatan keagamaan di masyarakat membuat saya tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya aktif dan kreatif, tetapi juga peduli, berakhlak, dan siap berkontribusi dalam berbagai konteks.