Dalam dua tahun terakhir, saya sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum telah memimpin berbagai program strategis yang berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil akhir siswa, khususnya dalam capaian kelulusan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Data pada grafik menunjukkan bahwa terdapat lonjakan persentase siswa yang diterima di PTN, dari 34% pada tahun 2023 menjadi 50% di tahun 2024, dan kembali meningkat cukup tajam menjadi 63% di tahun 2025. Peningkatan ini tidak hanya menggambarkan keberhasilan siswa, tetapi juga menunjukkan efektivitas manajemen kurikulum, pembinaan akademik, serta inovasi pembelajaran yang telah kami terapkan secara konsisten.
Sebagai wakasek kurikulum, saya memimpin transformasi sistem pembelajaran melalui pengembangan perangkat ajar berbasis ADLX, optimalisasi pemanfaatan teknologi seperti Quipper dengan fitur analitik AI, serta penataan ulang program PTN+ yang mengintegrasikan peningkatan akademik sekaligus pembentukan karakter islami. Pada tahun-tahun tersebut, saya juga memperkuat budaya refleksi guru melalui supervisi hybrid dan penerapan rubrik ADLX sintaks TERPADU, sehingga kualitas pembelajaran di kelas meningkat secara signifikan. Hal ini menjadi fondasi kuat bagi siswa untuk memperoleh pemahaman konsep yang mendalam, kemampuan literasi–numerasi yang lebih baik, dan kesiapan menghadapi UTBK maupun seleksi mandiri PTN.
Kenaikan persentase siswa yang diterima di PTN dalam kurun dua tahun ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, adanya program pembinaan intensif UTBK dan pemetaan bakat-minat melalui asesmen awal, yang memungkinkan guru membimbing siswa secara lebih tepat sasaran. Kedua, pemanfaatan platform digital—khususnya Quipper—memberikan akses kepada siswa terhadap bank soal berkualitas, latihan terstruktur, serta umpan balik otomatis yang membantu mereka belajar secara mandiri dan efektif. Ketiga, penguatan sistem Zero Jamkos, integrasi literasi-numerasi dalam seluruh mata pelajaran, serta peningkatan kualitas RPP guru membuat proses belajar semakin stabil, terarah, dan nyaman bagi siswa.

Gambar 1. Grafik penerimaan alumni SMAIT Latansa Cendekia di PTN 2019-2025
Selain itu, kerja sama antar guru yang semakin solid, budaya evaluasi berkelanjutan, serta peningkatan profesionalisme guru melalui pelatihan dan coaching turut berkontribusi pada naiknya performa akademik siswa. Lingkungan sekolah yang tertib melalui adanya SOP baru, didukung oleh strategi moving class dan diferensiasi pembelajaran, membuat pengalaman belajar siswa semakin kaya dan bermakna. Faktor dukungan psikologis dan pendampingan spiritual juga menjadi kekuatan tersendiri dalam membantu siswa meningkatkan motivasi internal serta ketahanan mental selama proses seleksi perguruan tinggi.
Secara keseluruhan, pencapaian peningkatan kelulusan PTN dalam dua tahun terakhir merupakan bukti bahwa program kurikulum yang saya rancang dan pimpin berjalan efektif, terukur, dan berdampak nyata. Dengan terus memperkuat inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi, dan budaya refleksi guru, saya optimis bahwa tren positif ini akan terus meningkat dan menjadi ciri khas kualitas pendidikan di SMAIT Latansa Cendekia.