Refleksi Literasi dan Numerasi: Relasinya pada Penerimaan PTN 2022-2023 di SMAIT Latansa Cendekia
(ditelaah oleh penulis pada tanggal 24 Oktober 2024)

Tabel 1. Data Persentase Penerimaan Perguruan Tinggi Negeri dan Nilai Literasi Numerasi SMAIT Latansa Cendekia 2022-2024
Sebelum penulis menjelaskan lebih jauh mengenai pentingnya kemampuan literasi dan numerasi terhadap kesuksesan seorang murid, penulis ini memberi disclaimer bahwa tulisan ini bukan merupakan hasil uji korelasi statistik, melainkan Analisis Deskriptif Korelatif. Uji statistika membutuhkan data yang lebih banyak daripada data yang penulis miliki. Penulis hanya memiliki data 3 titik data terakhir dari hasil ANBK, sedangkan uji statistika minimal 5–7 titik data (idealnya >30) agar hasilnya tidak bias.
Harapan saya, ke depan, data ini dapat dikembangkan/diperoleh dari data antar sekolah se-kecamatan, atau kabupaten dalam 5 titik (5 tahun) melalui penelitian statistika lebih lanjut. Namun, keterbatasan ini tidak membatasi penulis untuk melakukan refleksi yang bertujuan untuk perbaikan ke depannya.
Hubungan Kemampuan Literasi dan Numerasi terhadap Penerimaan PTN
1. Gambaran Umum Data
Tabel yang ditampilkan menunjukkan data dalam tiga tahun (2022–2024) mengenai: Persentase siswa diterima di PTN, distribusi nilai literasi dan numerasi menurut kategori ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer): di atas standar, mencapai standar, di bawah standar, jauh di bawah standar, dan Persentase kelulusan literasi dan numerasi.
Data ini menjadi penting karena mencerminkan seberapa efektif kurikulum berjalan dalam meningkatkan kompetensi dasar siswa yang menjadi fondasi keberhasilan akademik, termasuk dalam seleksi masuk PTN.
2. Tren Peningkatan Signifikan dalam Literasi dan Numerasi
Literasi:
- Tahun 2022: Hanya 12,5% siswa berada di atas standar literasi, dan kelulusan literasi sebesar 57,5%
- Tahun 2023: Lonjakan besar terjadi, 55,26% siswa di atas standar, kelulusan naik menjadi 92,1%
- Tahun 2024: Puncaknya, 73,33% siswa berada di atas standar dan 100% kelulusan literasi
Numerasi:
- Tahun 2022: 22,5% siswa di atas standar, kelulusan numerasi 52,5%
- Tahun 2023: 52,63% di atas standar, kelulusan 73,68%
- Tahun 2024: 80% siswa di atas standar, kelulusan meningkat jadi 93,33%
Interpretasi: Terjadi tren peningkatan luar biasa baik dalam hal kualitas capaian siswa (diukur dari nilai) maupun kuantitas kelulusan. Ini mencerminkan bahwa pembelajaran semakin efektif dan kompetensi dasar siswa dalam membaca dan berhitung mengalami penguatan.
3. Korelasi dengan Persentase Diterima di PTN
- 2022: Diterima PTN hanya 34%
- 2023: Naik ke 50%
- 2024: Diprediksi meningkat (hasil belum keluar)
Peningkatan literasi dan numerasi sejalan dengan meningkatnya jumlah siswa yang diterima di PTN. Ini menunjukkan bahwa kemampuan dasar siswa sangat berpengaruh terhadap peluang sukses dalam seleksi masuk perguruan tinggi. Hal ini logis, mengingat seleksi PTN, khususnya pada jalur berbasis tes (SNBT), menekankan pada kemampuan penalaran literasi dan numerasi, bukan sekadar hafalan.
4. Implikasi terhadap Implementasi Kurikulum
Kenaikan signifikan pada dua aspek kompetensi ini menunjukkan bahwa:
- Kurikulum yang diterapkan (Kurikulum Merdeka) mulai menunjukkan hasil nyata dalam membentuk kompetensi esensial siswa.
- Guru dan sekolah kemungkinan telah lebih adaptif dan fokus pada penguatan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep.
- Strategi pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa, berbasis projek, dan menekankan konteks nyata mungkin berperan dalam peningkatan capaian ini.
Namun, dibalik angka-angka positif ini, evaluasi tetap diperlukan untuk memastikan bahwa:
- Kenaikan ini bukan hanya karena strategi mengajar “berbasis tes” (teaching to the test)
- Kualitas penguasaan konsep tetap utuh, bukan sekadar persiapan teknis menghadapi asesmen
Refleksi Hasil ANBK
Asesmen Nasional Berbasis Komputer meliputi tes Literasi, Numerasi, dan survei lingkungan belajar (sulingjar). Pada pembahasan ini, saya ingin berfokus pada hasil tes Literasi dan Numerasi. SMAIT Latansa Cendekia ikut serta ANBK pertama kali pada tahun 2021, hal ini bersamaan dengan pertama kalinya dirilis ANBK oleh pemerintah. ANBK ini diperuntukkan untuk kelas 11 tiap tahunnya. Sebagai informasi, ANBK yang diadakan pada tahun 2021 hasilnya akan keluar pada 2022, ANBK yang diadakan pada 2022 hasilnya akan keluar pada 2023, dan seterusnya. Pada tabel, tertulis hasil dari tahun 2022 sampai 2024. Hasil literasi dan numerasi terbagi menjadi 4 kategori yaitu (1) Di atas; (2) Mencapai; (3) Di bawah; (4) Jauh di bawah. Kemudian, peserta yang dinyatakan lulus yaitu peserta yang masuk kategori Di atas dan Mencapai.
Pemerintah merilis program ANBK bersamaan juga dengan dihapusnya TKA (Tes Kemampuan Akademik) pada UTBK (Ujian Tes Berbasis Komputer) pada seleksi Perguruan Tinggi Negeri pada tahun 2022. Jadi, peserta hanya fokus mengerjakan literasi (Indonesia dan Inggris) dan numerasi. Menteri Nadiem Makarim menilai dalam rapat bersama DPR RI bahwa literasi (kemampuan memahami bacaan) dan numerasi ini penting pada zaman sekarang ini untuk menerima tantangan zaman ke depannya (era digitalisasi).
Hasil ANBK tahun 2022 ini merupakan hasil dari Angkatan 5, kemudian hasil 2023 merupakan Angkatan 6, selanjutnya hasil tahun 2024 merupakan Angkatan 7 SMAIT Latansa Cendekia. Dari data tahun ke tahun, SMAIT Latansa Cendekia mengalami peningkatan Literasi dan Numerasi. Peningkatan rata-rata pada literasi dan numerasi berturut-turut yaitu 23,75% dan 20,42%. Kami hanya memiliki data 3 tahun ini, karena memang pemerintah baru memulai program ANBK pada tahun 2021 (hasilnya keluar 2022). SMAIT Latansa Cendekia sudah menjadi peserta ANBK ketika pemerintah merilis ANBK pertama kalinya.
Sebuah Harapan (Prediksi)
Seiring meningkatnya nilai literasi dan numerasi, angka penerimaan alumni di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) juga meningkat. Relasi data dapat dibuktikan dengan indikator uji yang ada di UTBK dengan ANBK memiliki kesamaan, yang diujikan ruang lingkupnya mengenai memahami bacaan (literasi) dan numerasi.
Siswa bukan hanya dituntut untuk membaca, tetapi juga memahami bacaan secara komprehensif. Siswa juga bukan hanya dituntut menghitung, tetapi mengimplementasikan konsep perhitungan dalam kehidupan sehari-hari. Di balik analisis yang kami lakukan, ada keterbatasan data pada pembahasan ini, data yang didapat hanya 3 tahun dan pemerintah juga tidak memberikan hasil nilai ANBK yang didapatkan per-individu siswa. Namun, kami tetap menilai bahwa data-data ANBK SMAIT Latansa Cendekia tetaplah representatif pada kondisi SMAIT Latansa Cendekia.
Kuota yang disediakan oleh pemerintah pada peserta ANBK sejumlah 45 siswa, kuantitasnya sejumlah anak keseluruhan di SMAIT Latansa Cendekia sekitar 45-50 siswa per-angkatan. Hemat penulis, hasil dinilai representatif. Hasil ini tentunya dapat menjadi sebuah harapan, apakah kita dapat menjemput harapan tersebut dengan istiqamah dengan cara berikhtiyar dan berdoa atau menyerah.
“Kuliah itu salah satu ikhtiyar dalam melanjutkan nafas perjuangan dalam belajar. Literasi dan Numerasi itu bukan hal baru, itu sudah diperintahkan oleh Allah kepada kita semua. Literasi Numerasi tidak hanya digunakan untuk pencapaian lulus di suatu instansi saja, tetapi untuk terus digunakan sepanjang kehidupan—melawan kebodohan. Kuliah di PTN itu ikhtiyar, melanjutkan kuliah di PTS juga itu ikhtiyar—keduanya baik.”