Saya belajar beatbox sejak tahun 2013 sampai 2015, bergabung dengan komunitas Revival Beatbox pda tahun 2014-2015. Hingga tahun 2015, Revival Beatbox dibubarkan bersama komunitas-komunitas beatbox kecil lainnya di Tangerang, bergabung (merge) menjadi Tangerang Beatbox Unite (TBU). Prestasi terbaik beatbox saya yaitu juara 2 kategori Grup bersama Revival Beatbox di evet NestFest 2014 di Tangerang City Mall. Baik, sebelumnya, perkenankan juga saya untuk kenalkan apa itu beatbox.

Gambar 1. ID Card Komunitas Beatbox
Beatbox adalah seni menghasilkan bunyi musik hanya dengan memanfaatkan mulut, bibir, lidah, dan suara manusia. Dari suara drum, bass, hingga efek elektronik, beatbox menghadirkan kebebasan kreatif tanpa batas. Sejak kelahirannya, seni ini berkembang menjadi media ekspresi yang memadukan teknik vokal, ritme, dan imajinasi. Beatbox mudah diakses karena tidak membutuhkan alat musik, tetapi tetap menuntut disiplin latihan tinggi untuk menguasai berbagai teknik seperti liproll, inward bass, snare kompleks, vokal melodis, hingga efek-efek modern yang terus berevolusi.


Gambar 2. Foto bersama anggota Revival Beatbox di IAMSTERDAM Tomang Tangerang
Akar beatbox modern dapat ditelusuri pada era hip-hop 1980-an dengan tokoh seperti Doug E. Fresh, Biz Markie, dan Rahzel yang membawa beatbox ke panggung dunia. Memasuki era digital, beatbox berkembang menjadi disiplin seni mandiri dengan teknik dan gaya yang semakin variatif. Pada 2000-an hingga 2025, komunitas global berkembang pesat berkat internet, yang memungkinkan beatboxer saling bertukar teknik secara cepat melalui video daring, media sosial, serta kompetisi internasional. Beatbox kini menjadi bagian dari pertunjukan profesional, festival musik, komunitas kreator, bahkan kategori kompetisi resmi di berbagai event seni dunia.
Di tengah perkembangan global itu, berdirilah Swissbeatbox (SBX) pada tahun 2006, yang kemudian menjadi pusat dokumentasi, kompetisi, dan kolaborasi beatbox terbesar di dunia. Melalui acara seperti Grand Beatbox Battle (GBB) yang diikuti peserta dari berbagai benua, Swissbeatbox memainkan peran penting dalam mempopulerkan beatbox hingga menjadi seni vokal berstandar internasional. Kang Brez, Zekka, Alem, NaPoM, Tomazacre, hingga para juara terbaru tahun 2020-an menjadi ikon global berkat panggung Swissbeatbox. Hingga 2025, SBX tetap memimpin perkembangan beatbox dunia dengan kualitas produksi, kompetisi, dan ekosistem komunitas yang solid.
Di Indonesia, perkembangan beatbox tidak kalah dinamis. Indobeatbox, yang mulai aktif sejak awal 2010-an, menjadi komunitas nasional terbesar yang mewadahi ribuan beatboxer dari berbagai daerah. Melalui workshop, gathering, kompetisi, serta event kolaborasi, Indobeatbox berperan penting dalam memperkenalkan beatbox ke publik Indonesia. Dari komunitas nasional ini pula lahir berbagai komunitas lokal, salah satunya Tangerang Beatbox, yang menjadi salah satu pusat aktivitas beatbox regional paling aktif di Jabodetabek. Tangerang Beatbox sering mengadakan meet-up, pelatihan teknik dasar hingga advance, serta mewakili daerah dalam kompetisi tingkat nasional. Hingga 2025, Indobeatbox dan Tangerang Beatbox menjadi motor penggerak lahirnya generasi beatboxer baru di Indonesia yang semakin kreatif dan mampu bersaing di kancah internasional.