Saya bergabung di komunitas Warstek (Warung Sains dan Teknologi) pada tahun 2017 semasa kuliah dulu. Awalnya saya mengenai dari kakak kelas saya di jurusan kimia, sekaligus teman penelitian saya, Akhmad Syafi’I Ma’arif. Kemudian, saya mulai mengenai founder warstek.com yaitu Dr. Nur Abdillah Siddiq dan Dr. Ahmad Halim. Keduanya dosen dan peneliti fisika dan kimia. Yang membuat saya nyaman di komunitas ini adalah semangat berbagi yang luar biasa. Walaupun sudah menjadi dosen, tetapi semangat berbagi kepada anggota baru sangat intens. Bahkan, Mas Siddiq, saya memanggilnya salah satu founder dan juga dosen teknik nuklir UGM bersedia menulis kata pengantar di buku pertama saya “principia kimia”. Bergabung dengan Warstek.com adalah salah satu pengalaman paling bermakna dalam perjalanan intelektual saya. Warstek sendiri adalah media sains populer yang didirikan untuk menjembatani dunia akademis dan masyarakat awam melalui bahasa yang mudah dipahami. Sebagai kontributor di sini, saya menulis artikel tentang sains dan teknologi -- mulai dari berita riset mutakhir hingga fenomena sains sehari-hari -- dengan harapan agar pembaca umum dapat memahami pemikiran ilmiah tanpa merasa terasing. Proses ini membuat saya menyadari betapa pentingnya peran komunikator sains dalam menyebarkan pengetahuan.

Gambar 1. Foto bersama founder warstek.com yaitu Dr. Nur Abdillah Siddiq (dosen Teknik Nuklir UGM)
Dalam menulis untuk Warstek, saya mengikuti pedoman penulisan yang cukup ketat. Warstek mensyaratkan setiap kontributor untuk menulis dengan referensi terpercaya dan memperhatikan kaidah ilmiah serta jurnalistik. Selain itu, tulisan saya akan melalui review dari editor atau reviewer yang kompeten sebelum dipublikasikan, sehingga kualitas informasi bisa dipertahankan. Proses ini tidak hanya meningkatkan disiplin menulis, tetapi juga memperdalam pemahaman saya terhadap metodologi sains dan cara menyajikan data dengan cara yang menarik namun tetap akurat.
Melalui keterlibatan di Warstek, saya merasakan dampak positif besar pada kemampuan komunikasi saya. Sebagai komunikator sains, saya belajar menyampaikan ide kompleks tentang sains dan teknologi dalam bahasa yang sederhana, sehingga bisa diakses oleh masyarakat umum. Warstek memang memiliki visi untuk “meningkatkan minat baca masyarakat terhadap artikel ilmiah” dan menghadirkan informasi sains dalam bahasa jurnalistik yang ringan. Karena itu, kontribusi saya menjadi bagian dari usaha jangka panjang mencerdaskan publik dan memerangi misinformasi ilmiah.
Selain itu, menjadi bagian dari komunitas Warstek juga membuka relasi dan jaringan baru bagi saya. Saya bisa berdiskusi dengan akademisi, dosen, dan penulis lain yang sangat serius dengan sains, tetapi juga bersemangat menyampaikan ilmu ke publik. Melalui platform ini, saya semakin percaya diri bahwa menulis bukan hanya soal berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun jembatan antara penelitian dan kehidupan sehari-hari. Menjadi kontributor Warstek memperkuat identitas saya sebagai komunikator sains yang sejalan dengan misi media ini untuk menghubungkan dunia laboratorium dengan kehidupan masyarakat.